tahun baru hijriyah
Ceramah
I
Indah Rachmawati
4 Mei 2026
3 menit baca
2 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَيَّامَ دَوَلًا بَيْن...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَيَّامَ دَوَلًا بَيْنَ النَّاسِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} (آل عمران: 102)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Yang terhormat, para alim ulama, para kiai, para ustadz dan ustadzah, tokoh masyarakat yang kami muliakan, Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara-saudari sekalian, khususnya warga desa yang kami cintai.
Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah mempertemukan kita kembali di majelis yang penuh berkah ini, dalam keadaan sehat walafiat. Sungguh merupakan sebuah kenikmatan yang tiada tara, tatkala kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk belajar dan mengingatkan satu sama lain dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya. Kehadiran kita di sini adalah bukti nyata kecintaan kita kepada ajaran agama Islam, agama yang senantiasa mengajarkan kita kebaikan.
Hadirin yang berbahagia,
Hari ini, kita telah memasuki tahun baru dalam kalender Hijriyah. Pergantian tahun ini bukan sekadar bergantinya angka dalam hitungan waktu, melainkan sebuah momentum yang sangat penting bagi kita sebagai seorang Muslim. Tahun baru Hijriyah membawa makna filosofis dan spiritual yang mendalam. Ia mengingatkan kita akan sebuah peristiwa monumental dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa hijrahnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Mekah ke Madinah.
Hijrah itu sendiri secara bahasa berarti berpindah atau meninggalkan. Namun, dalam konteks Islam, hijrah memiliki makna yang jauh lebih luas. Ia tidak hanya perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga perpindahan dari kegelapan menuju cahaya, dari kebatilan menuju kebenaran, dari kemaksiatan menuju ketaatan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
{وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ} (Al-Anfal: 74)
"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepadaMuhajirin); mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia."
Peristiwa hijrah ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Khususnya bagi kita yang hidup di masa kini, di mana tantangan zaman semakin kompleks. Hijrah mengajarkan kita untuk senantiasa berintrospeksi diri. Apa yang telah kita tinggalkan? Apakah kita telah meninggalkan keburukan, kemaksiatan, sifat-sifat tercela? Dan apa yang telah kita tuju? Apakah kita telah menuju kebaikan, ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berbuat adil kepada sesama?
Mempelajari sejarah hijrah, kita akan menemukan keteguhan iman para sahabat yang rela meninggalkan harta benda, tanah kelahiran, demi tegaknya kalimat tauhid. Kita belajar tentang pengorbanan, tentang kesabaran, dan tentang tawakal kepada Allah.
Maka, menyambut Tahun Baru Hijriyah ini, marilah kita jadikan momentum untuk melakukan "hijrah" dalam diri kita. Hijrah dari kebiasaan yang buruk menuju kebiasaan yang baik. Hijrah dari kemalasan dalam beribadah menjadi semangat. Hijrah dari ghibah dan fitnah menjadi saling menasehati dalam kebenaran. Hijrah dari egoisme menjadi kepedulian sosial.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ"
"Orang yang berhijrah (sejati) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari)
Ini adalah definisi hijrah yang sangat aplikatif dalam kehidupan kita sehari-hari. Di desa kita ini, banyak sekali kesempatan untuk beramal saleh. Membantu tetangga yang membutuhkan, menjaga kebersihan lingkungan, menciptakan kerukunan antarwarga, mendidik anak-anak kita dengan nilai-nilai agama. Itulah bentuk-bentuk hijrah yang akan membawa keberkahan bagi kita dan lingkungan kita.
Mari kita jadikan lembaran baru tahun ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Mengisi hari-hari kita dengan amal-amal saleh yang dicintai Allah. Berdoa agar Allah senantiasa memberikan kekuatan dan taufiq-Nya kepada kita untuk terus istiqamah di jalan-Nya.
Semoga pergantian tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi kita semua, khususnya bagi desa yang kita cintai ini.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
(Doa penutup dipanjatkan dalam Bahasa Indonesia dengan khidmat, disesuaikan dengan tema dan suasana)
Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada khilaf dan salah kata.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ